Showing posts with label my story. Show all posts
Showing posts with label my story. Show all posts

Friday, 10 June 2011

Menuju wilayah kerja

Jembatan Barelang. sumber gambar

Tau gak?! (gak... 0.o) pas ngeliat di websitenya Dinas Kesehatan Kepri hasil pengumuman penerimaan dokter PTT Kepri tahap I tuh saya sampe pengen jingkrak-jingkrak, muter house-music dan berdisko hehehe... alasannya karena disitu tertulis penempatannya di Rempang. Nah, Kalau para pembaca ke Batam, ada aikonnya kota Batam yang terkenal banget se tanah air, Jembatan Barelang. Jembatan Barelang ini ada 6, menghubungkan pulau Batam-Rempang-Galang.
Naaahh, pikiran saya tuh, penempatannya deket daerah wisata sejarah bekas kamp pengungsian Vietnam, yang selama ini saya tau daerah Rempang-Galang itu yah cuman jalan besarnya ajah. Berhubung dekat dengan Batam, saya berharap saya akan lebih mudah dapet ijin untuk mengunjungi keluarga sejenak, bayangin aja kalo di pulau Natuna yang kapalnya dan pesawatnya ga tiap saat ada *Tuhan, berkatilah teman-teman yang ditempatkan disana*

Ternyata sodara-sodara, don't judge the place by its name < agak kurang tepat perumpamaannya. Namanya PTT yah dapetnya di Interland, bahkan kondisi jalan wilayah kerja saya kalo diadakan jejak pendapat, pasti 100% suara setuju kalau wilayah kerja saya juaranya yang paling parah T_T
Berpuluh tahun saya hidup di Batam, saya baru tahu kalo Rempang-Galang itu seluas samudra (lebay...) hadeehhh...
Berdasarkan diskusi awal bersama 6 kolega lainnya yang ditempatkan di interland  sekitar jembatan Barelang, dengan musyawarah mufakat kami menyewa sopir dengan mobil plus harga yang sangat bersahabat demi dapat menjalankan tugas, untuk sebulan pertama, nyambil membaca situasi dan mencari info transportasi lainnya yang ga bikin jumlah angka-angka di rekening tabungan makin merosot :)

Sebulan telah berlalu... Kontrak kerja dengan sopir dan mobil sewaan telah usai... Satu-persatu menemukan jalan untuk menggapai wilayah kerja... Damri dan bis sekolah menjadi penyelamat, untuk sebagian besar, tapi tidak untuk diriku T_T

Wilayah kerja saya yang paling dekat berjarak 6km dari jalan utama yang dilalui Damri maupun bis sekolah, Jalan yang "sudah" didandan dengan pengerasan ini didampingi hutan, kebun, dan peternakan ayam tidak bisa dilalui dengan sembarang mobil maupun motor dan semuanya tergantung akan keahlian pengemudi. Dan fyi aja, I don't drive... Ada tuh satu bukit yang hampir selalu bikin yang lewat jatoh karena terjal dan berlubang-lubang sehingga oleh teman teman saya diberi julukan "bukit bencana" =.= sisi kanan jalan yang menganga lebar seolah-olah memohon kepada waktu untuk memperlambat hilangnya kepingan-kepingan yang terkikis air, terutama di musim hujan seperti ini.

Apa kabar dengan mobil dan sopir langganannya? yah... kalo ngurusin saya seorang yah ga kuatlah kocek saya, apalagi si abang sopir tidak mau mobil kesayangannya cepet turun mesin hanya karena saya (baca: wilayah kerja). Sebulan yang lalu, ada sih pemuda desa bernama Iman, yang sopan dan baik hati, yang jadi langganan ojek saya, selalu siap sedia mengantarkan dari simpang jalan besar untuk masuk desa yang paling mudah dilalui. Tapi, berhubung si Iman ini saya sembuhkan Yang Empunya Kehidupan telah membuatnya merasa lebih sehat dan bisa kembali bekerja di kebun, nasib saya menjadi semakin tidak jelas... T_T
'bukit bencana' Juni 2011
wajah bukit bencana Juni 2011
sisi puncak bukit bencana Juni 2011, yang selalu membuat saya (didalam mobil) merepet ke sisi satunya-sebenernya kondisinya bebeti (beda-beda tipis) ama sisi seblahnya
Akhirnya setelah berunding dengan hampir seluruh keluarga, besok saya akan kedatangan sopri yang sungguh baik hati mau menemani dan mengantarkan saya selama PTT ini. Terima kasih juga untuk mama yang mau meminjamkan mobilnya saya pake dulu. Case closed?? ga juga... namanya PTT yah kan harusnya tinggal didalam wilayah kerja, ya gak??

Nah, itulah yang kemudian menjadi masalah, karena program dokter keluarga ini program baru, jadi agaak... gimana yah... yah gitulah... nama aja kelinci percobaan hehehe... dimana sebaiknya kami tinggal ketika polindes dan pustu sudah terisi bidan? Dan yang jadi masalah utama dalam pencarian tempat tinggal itu, namanya juga dikampung banget, gimana mao ngontrak kalo ga ada kontrakan ato penyewaan kamar? orang masyarakatnya aja satu kamar bisa buat seluruh anggota keluarga, belum ditambah soal air bersih... hadeeehhh tukang ngeluh banget?? apa pemerintah mau menjamin keamanan saya? trus saya harus tidur dimana? di tempat tidur pasien di polindes?,  ato bawa kasur ngalas dilantai rumah orang? ga harus segitunya juga kalii... dalam 3 wilayah kerja yang jaraknya jauh-jauhan tuh, cuman saya dokternya seorang, akhirnya kami berencana mencari tempat tinggal di Rempang-Galang buat beramai-ramai, paling ga kalo ada apa-apa kan tidak sendirian seperti di wilayah kerja, demi kenyamanan dan keamanan bersama :)

Ayo mari berhura untuk 11 bulan yang akan datang, huuuuuraaaaaaa! \\(^o^)//

Wednesday, 8 June 2011

Haaaiiii apa kabar??

Wah, maaph maaph baru sekarang bisa nyempetin menulis lagi-gede rasa tingkat tinggi seolah-olah punya banyak fans yang menanti-nantikan postingan baru dari diriku hehehehe...
apa kabar semuanya? selamat datang di perjalanan saya... ^^

Kayanya postingan terakhir kemarin tidak menarik yah?? emang kalo pikiran negative itu dampaknya buruk, tidak enak dibaca, ya gak? okelah kalau begitu, saya akan belajar menulis segala sesuatu yang lebih positif lagi...

Pertama, buat yang pengen tau, saya sedang menjalankan PTT daerah neh, sebagai dokter keluarga di Kepulauan Riau, penempatannya sih di suatu desa yang ga jauh-jauh amat dari kota Batam (baca:peradaban modern), kira-kira paling lama 2 jam udah nyampe Batam, yah mendinglah banding temen-temen lain yang di Natuna atau Anambas- eits! itu pikiran awalnya, pas dijalanin tampaknya disana lebih menarik, apalagi foto teman-teman PTT yang sering dipamer di BBM... wah bener-bener takjub deh ama pemandangan alam disana! ala ala Maldives gitu, suer! ^^v pegi aja ke Anambas kalo ga percaya hihihi...
Kerjaan dokter keluarga entu lebih ke preventive sama promotif yah bahasa kita promosi kesehatan sama pencegahan penyakit, kira-kira begitulah. Yang lebih ditekankan itu program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Capeek sangaaat, tapi yang namanya kerja yah dimana mana juga capek, ya gak? ayo semangat! masih 11 bulan lagi nihhh \\(^o^)//

Trus si hasben gimana? si hasben ditinggal lah di Jakarta, masa mo dibawa-bawa? hehe untuk sementara setahun ini kami berdua lanjut LDR-long distance relationship... berat? yah berat T_T huhuhuhu... kangennya itu sampe ga bisa dijabarkan dengan kata-kata... untungnya si hasben sering ngunjungin hehehe... malah kepikiran juga bakal pindah ke Singapore biar lebih dekat \\(^o^)// doa'in yah semoga  rencananya dilancarkan sama Yang Empunya Kehidupan, Amiiin. Matur nuhun yo...

Kenapa baru muncul sekarang? eng.... alasannya sih yang paling kuat karena ga punya akses internet, oh ya lupa, Puji Syukur kupanjatkan kepada Yang Empunya Kehidupan atas wilayah kerja yang sinyalnya poooolll!!- ok balik lagi- karena ga punya akses internet, yaahh... kemaren baru nih beli modem *gaya* hehe... demi bisa soan kapan aja ke pondok'e mbah gugel hehe... kan sebagai dokter harus teuteup uptodate dounk ;)

ok deh sekian, berhubung penat sangaaaaat... segini aja dulu cerita dari saya, mau nyempetin blog walking juga nih sebelum tidur, pengen tau ada kabar apa ya di 'luar' sana :)

Saturday, 23 April 2011

si setengah bule yang menuduh saya pencuri

Cerita yang saya ingin share disini adalah saya pernah dituduh mencuri, kejadiannya kurang lebih 12 tahun lalu, sudah lama memang, tapi sampai sekarang masih berbekas.
Kejadian ini bermula ketika saya masih seumur anak remaja di sekolah menengah pertama. Saya mengikuti kegiatan summer camp yang diselenggarakan salah satu majalah remaja yang cukup tenar di ibu kota. Kegiatan yang menyenangkan ini ditutup dengan sebuah kejadian yang tidak diduga sangat tidak mengenakkan hati, bekas lukanya menjadi keloid sampe sekarang hehe...;p
Setelah acara perpisahan, saya menunggu tante yang akan menjemput saya, berhubung memang di ibu kota ini biang macetnya, tante saya datang terlambat sampai akhirnya tertinggal sekitar 5 orang. Saya tipe yang ga sabaran jadi saya memutuskan untuk menunggu didepan sambil memperhatikan satu persatu taxi yang masuk dan berhenti di lobby gedung, berharap tante saya yang cantik dan baik hati segera menjemput.

Saya lupa bagaimana awalnya saya bisa ngobrol dengan seorang peserta summer camp yang sedang menunggu ayahnya datang menjemput, saya sih masih punya ingatan secara fisik soalnya anaknya bule banget, ibunya keturunan Jerman ayahnya asli suku Batak, dan yang bikin berkesan, tanpangnya ga indo, bule banget, Blondie Caucasian lah. Akhirnya tinggalah kami berdua yang belum dijemput, obrolan singkat yang masih jelas di ingatan saya ketika sebuah mobil berwarna putih entah apa mereknya masuk lobby saya bertanya "yang itu papa mu?" dan si setengah bule ini menjawab "bukan, mobil papa saya Mercy, ada mobil satu lagi warna putih tapi Mercy juga, papaku Direktur" ... =.=' ya sudahlah, silakan para pembaca berkomentar dalam hati masing-masing, soalnya ceritanya masih bersambung.

Akhirnya muncullah tante saya, bukan pake taxi, berjalan kaki pas masuk lobby hehe kasian... mungkin naek angkutan umum kesitunya, singkatnya tante saya ini membantu saya mengangat satu tas travel yang seragam bentuk dan warnanya dengan peserta summer camp lainnya, yang dibisa dibedakan dengan identitas berupa gantungan kartu nama. Kemudian kami berjalan kaki keluar gedung, menunggu taxi dari sono, taxinya si burung biru :)
Seingat saya sih, si setengah bule ini dijemput papanya cuman beda beberapa menitlah gitu. Disaat saya akan keluar gedung dengan tante saya, saya ingat saya sempat melihat mobil Mercy berhenti didepan lobby, seorang bapak turun yang langsung disambut manja sama di bule ini.

Nah dalam perjalanan, saya yang saat itu membawa telpon genggam ibu saya di hubungi oleh majalah penyelenggara summer camp yang mencari tas si setengah bule ini yang katanya hilang. Nanyanya sih saya liet apa gak, saya ga meratiin lah, wong saya udah ga sabaran pengen pulang, waktu wajah tante saya muncul dari jarak jauh saja saya girangnya minta ampun dan langsung ingin cepat-cepat pergi, ditambah lagi saya tipe yang cuek, jadi saya ga meratiin tasnya si setengah bule ini.

Akhirnya saya berbicara dengan si setengah bule ini, si setengah bule ini minta semua no telpon saya, baik no telpon tante sampe no telpon rumah orang tua saya, minta alamat lengkap tante kemudian minta alamat lengkap saya di daerah asal, terus... sampe minta nomer taxi si burung biru ini... saya kasih lah semuanya, dan saya yang masih polos banget, ga mikir kalo saya ini sedang dituduh sebagai pencuri, dipikiran saya saat itu dia akan nelpon curhat butuh teman bicara soal musibahnya... -.-'.
Beberapa saat setelah itu si setengah bule ini nelpon lagi bertanya sampe dimana, pokoknya saya dipantau terus sampe dimana, disuruh berhenti dulu taxinya karena mereka sedang mengarah kesitu. Nah telpon terakhir si setengah bule ini waktu mobil papanya berhasil menemukan taxi yang saya tumpangi, "yang itu yah grace, yang didepan?" tanyanya dengan nada kasar belum sempat saya menjawab dia langsung menutup telpon, saya sudah melihat dia turun dari mobil papanya menuju taxi burung biru langsung menyuruh sopir taxi membuka bagasi, tanpa ba bi bu mengobrak abrik isi tas travel saya, masuk ke kursi penumpang memeriksa semuanya sampe detail, mengobrak abrik ransel saya, bertanya ke sopir taxi kemudian mengobrak abrik isi tas saya lagi, nah disitulah saya menjadi tersinggung, ga ada kata maafnya langsung ngacir, eh ternyata saya masih diikuti dari belakang sampe ke tempat tante saya, sampe saya turun, dan si setengah bule ini masih memantau... saya ga tahu berapa lama dia nagkring di lorong rumah tante saya, akhirnya saya memutuskan untuk cuek. Tante saya juga merasa terhina... tapi... ya sudahlah...

Saya pikir itu akan berlalu, ternyata sakit hatinya masih berasa sampai sekarang. Di umur yang dewasa saya seharusnya mengerti, kalau saya jadi si setengah bule ini wajarlah kalo saya jadi tersangka utama, wong tinggal kami berdua sampai akhir. Tapi kok mengganjal sekali yah rasanya, ingin saya menghubungi si bule ini, tapi saya sudah tidak punya kontak dengan teman-teman summer camp. Saya masih ingin tahu, bagaimana akhirnya, apa masih bisa di temukan lagi tas travelnya ato memang sudah hilang? saya ingin si setengah bule itu tahu kalau saya sakit hati atas perlakuannya yang kasar, dan menginjak-nginjak harga diri saya.
Mana ada pencuri yang memberi tahu semua informasi pribadinya? Tidak masalah kalo dia ingin memeriksa tas travel yang bentuk dan warnanya sama itu siapa tahu saya salah mengambil, tapi apa perlu di obrak abrik tanpa bilang bilang dulu?  Trus  mengobrak abrik ransel saya juga apa untungnya? emangnya tas travel yang segede gaban itu bisa muat di ransel? emangnya saya Doraemon? :D Apa karena tampang saya yang ndeso dan kere? hehehe...
Pernah terbesit juga untuk menyurati majalah penyelenggara tersebut berisi "tulisan curhat" dan berharap akan dimuat sehingga menjadi pelajaran juga bagi anak-anak remaja yang etika pergaulannya terkikis oleh perkembangan jaman, tapi metode penulisan saya masih amburadul, tidak pede rasanya, saya juga takut, takut tidak dipedulikan, takut tidak dipercaya. Kalau ada beberapa orang menganggap "kalo emang ga nyuri yah udah cuek ajah" iah... betul... rasanya ingin sekali seperti itu, tapi ketika mengenang kembali bagaimana saya diperlakukan, sakit hati ini T_T. Saya mengerti dan sadar kalau Tuhan saja mengampuni dosa-dosa saya, bahkan rela dituduh sebagai pendosa demi dosa-dosa saya, mengapa mengampuni menjadi hal yang begitu berat yah? Padahal kejadiannya sudah lama ini berlalu... Semoga menuangkannya di tulisan membuat hati ini sedikit lebih lega, Tuhan ajarkan saya mengampuni dan mengasihi, seperti Tuhan selalu mengampuni dan mengasihi saya, seperti yang juga pernah dicontohkan bapak Paus Paulus Yohanes II mau mengampuni penembaknya yang sedang dipenjara saat itu.

Tuesday, 12 April 2011

Marchi, sahabat disurga yang kurindukan

Marchi (1985-2008) in angel costume
Perkenalkan, Marchi (alm) adalah salah satu sahabat saya waktu menempuh sekolah dokter. Kami bahkan sempat berbagi kamar kos ukuran 2x3meter bersama-sama sampai akhirnya Marchi terlalu lelah berjuang melawan  SLE (Systemisc Lupus erythematosus) yang dideritanya dan pergi beristirahat dalam damai.

SLE (Systemisc Lupus erythematosus) adalah penyakit autoimun (kekebalan tubuh sendiri) kronik atau berkepanjangan, dimana sistem kekebalan tubuh menjadi hiperaktif disebabkan hal yang belum diketahui dan menyerang jaringan tubuh sendiri yang sehat seperti: kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak dan syaraf..

Perkenalan saya dengan Marchi melalui tempat kerja part time kami waktu kuliah. Sebelumnya Marchi sudah menarik perhatian di sekolah, jangankan buat para pria sedangkan saya yang perempuan saja seneng ama tampangnya yang cantik, dan dia cukup menonjol dengan kulit eksostis ala zaitun diantara mahasiswi Manado yang berkulit putih.
Pertemanan ini tidak berjalan mulus, sama seperti cerita pertemanan lainnya apalagi Marchi punya sifat bertolak belakang dengan saya.
  • Marchi tidak suka durian, sedangkan saya penggila durian, jadi kalau musim durian di Manado, didalam kamar 2x3meter terdapat dua anak manusia dengan reaksi bertolak belakang :D
  • Marchi suka mie instan, mie bakso, snack, semua serba ber MSG, tidak suka sayur. Sedangkan saya justru pemakan sayur sejati, saya mengenal mie instan itu yah dimasa-masa sulit (sekolah) itupun kalo warung yang jualan nasi bungkus sudah tutup, saya ga doyan ngemil, sebisa mungkin walo jaman kuliah itu masa-masa sulit dari segi finansial, saya menghindar dari semua makanan ber MSG
  • Saya harus bangun pagi (baca:subuh), beres-beres kamar, bikin teh panas, makan kukis dan siap" ke sekolah, sedangkan Marchi, kalo jam masuk sekolah itu jam 7 pagi, dia bisa bangun jam 6:45 pagi, siap sedia dalam 10 menit (fyi aja, jarak kos ke tempat sekolah cuman memakan waktu 3-4 menit), dan somehow someway dia bisa terlihat lebih cantik dan rapi dari saya yang sudah mulai siap-siap dari 1 jam sebelumnya...
  • Saya punya rambut kribo ngembang yang di smoothing jadi ikal, Marchi punya rambut lurus tipis yang di keritingin =.=
  • Marchi adalah sosok perempuan mandiri, yang bisa ganti ban mobil sendiri, benerin apa lah yang ga beres di mobilnya, kalo ga sanggup dibawa ke bengkel sendiri. Marchi bisa mengerjakan semua sendiri, kalo saya, ngandelin  tukang bengkel dong... dan saya lebih suka kalo ada yang nemenin, ngerasa awkward aja kalo sendiri
Masih begitu banyak lagi daftar perbedaan saya dengan Marchi, kalo di ketik semua... orang yang baca juga bakal bosen, and who cares anyway? :D Tapi, biasanya teman-teman, senior, dokter residen dan guru-guru sulit membedakan saya dan Marchi. Biasanya mereka akan bertanya, yang mana Marchi yang mana Grace? Kami sering dikira kembar, padahal muka kami berdua ga mirip, Mungkin karena sama-sama punya tinggi badan  diatas rata-rata perempuan Indonesia, dan punya kulit eksotis Indonesia (hahahaha...) yang nota bene di Manado jadi minoritas, sama-sama jinong (jidat nonong), dan sama-sama punya curly hair bikin orang-orang bingung ngebedain kami berdua... entahlah...

Begitu banyak cerita Marchi yang dulunya ngeselin banget sekarang malah ngangenin... :(
Tapi, kekuatan dan ketabahannya dalam mejalani hari-hari terakhir dalam dunia ini tidak pernah terlupakan oleh saya, bagaimana dia sudah lelah berjalan, dan jari-jemarinya terlalu nyeri untuk dipakai menulis, Marchi tetap berusaha untuk bersekolah... :)

Sebuah lagu untuk mengenangmu, sahabat  :

Raihlah janji yang Tuhan Bri
Di dalam hatimu yang suci
Serasa aku tak percaya
Harapan Dia bri dalam hidupku
Kita slalu berdekatan, tak terasa kini kan berpisah
Kesatuan hati yang terbuka yang membuat kita kuat

Persahabatan kan kekal bila Yesus beserta
Persahabatan tak kenal perasaan kecewa
Sampai waktunya tiba, pulang ke rumah Bapa
Waktu hidup tak panjang, bersahabatlah

Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, Terpujilah nama Tuhan!

 
Kiss me mother kiss your darlin'
Lay my head upon your breast
Throw your loving arms around me
I am weary let me rest

Seems the light is swiftly fading

Brighter scenes they do now show
I am standing by the river
Angels wait to take me home

Kiss me mother kiss your darlin'

See the pain upon my brow
While I'll soon be with the angels
Fate has doomed my future now

Through the years you've always loved me

And my life you've tried to save
But now I shall slumber sweetly
In a deep and lonely grave

Kiss me mother kiss your darlin'

Lay my head upon your breast
Throw your loving arms around me
I am weary let me rest
I am weary let me rest

Wednesday, 6 April 2011

Churros di Grand Indonesia Mall

Churros @Churreria Cafe Grand Indonesia
Picture's Source
Churros ini sejenis jajanan gorengan pasarnya orang Spanyol donat ala Spayol, kaya pisang gorengnya orang Manado, tahu gorengnya orang Jawa lah begitu kira-kira. Kalo di tempat asalnya, Churros ini dijual di gerobak pinggir jalan, biasa buat sarapan saat menuju ke tempat beraktivitas.
Kalo di Indonesia,Churros ini bisa dinikmati di mol-mol, dan yang perlu digaris bawahi kalo udah masuk mol, harganya udah bukan harga jajanan pinggir jalan lagi dounk...
Pertama kali saya menikmati Churros di Jakarta di kafe Churreria di Grand Indonesia, atas ajakan seorang teman dan info promo yang menggoda bila memfollow @GrandIndo and @CafeChurreria di Twitter. Waktu itu sih lagi promo 50% off kalo makan ditempat, okeh banget kaaan?

 Di kafe Churreria, tersedia 4 jenis dipping sauces : milk chocolate, white chocolate, caramel dan dark chocolate. Favorit saya dark chocolate sama caramel ^^ nyam... O i a, churros ini ada taburannya, bisa milih, cinnamon ato sugar bisa juga di mix.

Terakhir saya juga mencoba Chocolate Spanish Volcano... rasanya? speechless enaknya...

Churreria's Menu
Picture's Source : Taste Buds to Share
Jadi kalo kebetulan jalan-jalan ke GrIndo, mampir aja bisa nyobain, its worth it! Minta maaf, tiap kali kesana ga sempet moto-moto hehehe... pas makanannya dateng selalu ga sabar menikmati dan kelupaan moto ^^v. Kalo ke sana lagi saya edit lagi deh yang ini, biar pake foto sendiri :)


Monday, 4 April 2011

PTT Daerah Kepri

Jembatan Barelang, yang meghubungkan pulau Batam, Rempang dan Galang di Kepulauan Riau.
sumber gambar

Sebenernya...postingan ini amat sangat telat sekali baru dipublish sekarang, seharusnya sih dari awal Februari lalu yah -.-' jadi... bisa membantu teman-teman sejawat yang mungkin berminat, kalo sekarang mah udah telat banget, tinggal nunggu pengumuman doang...

Berhubung saya ga keterima PTT Pusat, nah, masih ada harapan dari PTT daerah Kepri ini (lagi nungguin pengumuman neh, denger-denger sih tanggal 15 April). Kepri adalah kampung halaman bagi saya, sudah menjadi bagian besar dalam diri saya, jadi kalo ditempatkan dipelosok manapun bagian Kepri, saya siap-siap ajah, apalagi saya sudah akrab dengan budaya melayu, jadi... semoga yang ini saya bisa keterima... 1 tahun akan cepat berlalu kok ;)

Bagi yang berminat, berhubung sekarang udah telat, rajin-rajinlah mengunjungi web Dinkes Kepri sekitar awal Februari tahun depan hehe ^^v.
Info PTT daerah ini saya dapatkan dari artikel disini.
Syaratnya, standar kok, fyi ajah syarat dan fasilitas (lumayanlah...^^) buat taon ini sebagai berikut:

1. Warga Negara Indonesia
2. Surat Permohonan Lamaran bermaterai
3. Fotocopy Ijazah pendidikan terakhir yang telah dilegalisir 2(dua) lembar
4. Fotocopy Transkip Nilai pendidikan terakhir yang telah dilegalisir 2 (dua) lembar.
5. Fotocopy Surat Tanda Registrasi 2 Lembar
6. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk 2 lembar.
7. Pas Foto ukuran (4x6) sebanyak 2 lembar
8. Daftar Riwayat Hidup
9. Fotocopy Sertifikat/Seminar/Pelatihan yang pernah diikuti
10. Umur maksimal 33 tahun pada bulan Januari
11. Bersedia ditempatkan dimana saja di wilayah Provinsi Kepulauan Riau
12. Surat Keterangan Sehat dari Dokter
13. Berkas lamaran disampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Mulai Tanggal 7 Februari s/d 15 Maret 2011

Fasilitas :
1. Gaji                                  ± Rp. 7.000.000/Bulan
2. Asuransi                           : ± Rp. 2.000.000/Tahun
3. Perumahan                       : ± Rp. 5.000.000/Tahun
4. Pakaian                            : ± Rp. 700.000/Tahun
5. Transportasi                    : ± Rp. 2.500.000/Bulan
6. Insentif tambahan dari Kabupaten/Kota penempatan ( ± Rp. 750.000 s/d Rp. 8.000.000/Bulan)

Sumber : http://www.dinkesprovkepri.org/component/content/article/2-berita/38-persyaratan-lengkap-pendaftaran-dokter-pttdokter-keluarga-provinsi-kepulauan-riau-2011#ixzz1IXh6p3Dt

untuk info lebih lanjut (buat taon depan kali yah... -.-) bisa menghubungi :

Contact Person
Pusat Informasi Dokter Keluarga
Seksi Bina Tenaga Teknis Bidang Pengembangan
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau
Jl. Ahmad Yani No. 62 Tanjungpinang
Telp.Fax (0771) 7330132
wish me luck yah!

Thursday, 31 March 2011

a song from my heart dedicated special for my man

Sandy Sondoro's Version
The story

I watched TV about a famous Indonesian politician sang this song to her late husband, it was very heart breaking... I like this song very much especially Sandy Sondoro's version  when he sang it on Harmoni...even there were some lyrics that he forgot, I forgive him for his magnificient voice...
Finally, I want to dedicate the same song to my dear beloved husband, the lyrics describe everything I feel inside my heart.. I love u so much, husband


The Rollies' version

Kau Yang Kusayang
by The Rollies

Cinta yang tulus didalam hatiku
Telah bersemi karenamu
Hati yang suram kini tiada lagi
Telah bersinar karenamu
Semua yang ada padamu ooohh....
Membuat diriku tiada berdaya...
Hanyalah bagimu................
Hanyalah untukmu...............
Seluruh hidup dan cintaku

Biarkan hujan membasahi bumi
Atau bulan yang tiada berseri
Namun jangan kau tinggalkan cintaku
Yang tulus suci hanya padamu.....
Semua yang ada padamu ooohh....
Membuat diriku tiada berdaya...
Hanyalah bagimu................
Hanyalah untukmu...............
Seluruh hidup dan cintaku


Sunday, 20 March 2011

Antara PTT pusat, tes kehamilan, dan Alice Norin

Akhirnya saya mendaftar PTT ^^
Kayanya sudah cukup terluntang-lantung ga jelas di ibu kota ini, agak melebay yah :D Sebenernya mao jadi ibu rumah tangga sejati dirumah dan bersenang-senang juga bisa kok, cuman rasanya kok gimanaaa gitu. Saya butuh kegiatan yang sesuai dengan bidang ilmu, kalo ga, lama-lama rasanya otak ini semakin atrofi. Mau melanjutkan sekolah ujung-ujungnya PTT juga, berhubung nama belakang saya dan nama belakang suami tidak bisa memberi kemudahan apapun, jadi saya butuh usaha extra. Yah, kalo akhir-akhir ini pasien banyak berkeluh kesah soal  bagaimana kesehatan itu hanya milik orang yang punya duit, kami para dokter yang tidak punya pengaruh dari garis keturunan, belum lagi isu uang pembangunan yang mencapai ratusan juta, ditambah urusan ras dan agama, rasa-rasanya seperti tidak punya tempat ditingkat pendidikan dokter spesialis. Tapi, tidak semua kok^^v dan sungguh pecundang rasanya keinginan bersekolah lagi dikalahkan dengan gosip yang entah dari mana sumbernya bukan? Tidak ada salahnya mencoba, urusan keterima apa gak nanti kita serahkan kepada Yang Empunya Kehidupan.

Balik ke masalah PTT, selain karena alasan mendapatkan nilai plus untuk lamaran pendidikan dokter spesialis nanti dan urusan karir (diharapkan kemudian)dapat diperlancar, ada alasan pribadi yang belum pengen saya share disini (ya udah, kalo gitu ngapain juga disebut-sebut?!) hehe.. akhirnya... saya mendaftar PTT... ini ngebahasnya kaya udah keterima aja yah? hahahahaha... kalo ga lolos PTT yah balik ke kegiatan sebelumnya, IRT, facebooker, bloger, world wide web surfer, nyambil nyari kerjaan yang sesuai jam kerja dan jarak tempuh.

Cerita ngurus pendaftaran PTT ini rada bikin jantung dag dig dug kenceng juga, soalnya sampe detik ini STR (Surat Tanda Registrasi) belum saya terima dari Konsil Kedokteran Indonesia. STR ini adalah satu satu syarat mutlak yang wajib dipenuhi untuk mendaftar PTT.
Pas ngecek di KKI belum jadi, udah rada kecewa gitu, soalnya kata petugasnya paling masih 1 minggu lagi, itu hari Jumat, pendaftaran onlinenya terakhir hari Senin. Trus saya nyoba minta nomor dan tanggalnya (yang tertera di STR) dulu buat mendaftar online, dicek ternyata uda ada.. Puji Tuhan :)
Ga sampe disitu aja, hari Kamis saya nyoba ngecek lagi, STR nya belum jadi, kata petugasnya paling hari Selasa, sedangkan berkas paling lama diterima hari Senin, haizz.... yaahh... trus ditanya sama petugasnya ada keperluan apa, pas saya bilang mo ngirim berkas PTT, sama petugasnya dibilang mau dicek dulu, kan yang perlu cuman fotokopiannya buat kelengkapan berkas pendaftaran, apa boleh gitu fotokopiannya diambil aja dulu. Ternyata boleh! Akhirnya hari Jumat saya ke kantor pos Gambir untuk pertama kalinya buat ngirim berkas PTT pake paket express! ;)

Nah masalah sempat muncul kemudian... saya terlambat haid... Bukannya ga pengen hamil, hanya saja saya merasa ini bukan saat yang tepat untuk hamil, apalagi saat pendaftaran PTT harus menandatangani surat pernyataan bermaterai bahwa tidak dalam keadaan hamil. Tapi KB kan bisa gagal juga, masih buatan manusia bukan buatan Tuhan...
Daripada gundah gulana ga jelas,  mendingan beli tes HCG strip, yang pertama hasilnya 1 garis = negatif. Nah 2 hari setelah itu belum dapet juga, jadi tes lagi ternyata 2 garis, walo yang satunya samaaarrr banget... kesimpulan =?
Hadeh... ternyata, pas nyari-nyari info, tes kehamilan make alat tes kehamilan yang praktis itu akurat antara 1-3 menit, kalau dibaca lebih dari 8 menit bisa ada 2 garis, yang satunya samar, muncul oleh karena endapan urine... saya ngebaca hasilnya pas udah 15 menit hehehe.... akhirnya beli lagi alat tes HCG ampe 3 buah, dan semua hasilnya 1 garis =negatif. Mungkin lagi stress aja mikir PTT jadi siklusnya lagi ga teratur...
Hum... sekarang tinggal nunggu hasil PTT^^

Btw, si hasben sudah pulang dari HK, selain titipan, saya dibawain mochi (as always... entah kenapa si hasben suka banget ngoleh-ngolehin saya mochi, dari negara mana aja yang ada mochinya pasti dibawain, padahal saya ga doyan-doyan amat loh, tapi tetep aja dibawain ^^), dibawain CUTIE WIFE CAKE, katanya si hasben pas ngeliat itu namanya lucu mengingatkan sama his cutie wife ->that's me of course hahahaha... Istilah cute ini punya sejarah dalam kehidupan rumah tangga kami, jadi beberapa bulan lalu kami sempet nonton si Alice Norin, selebriti Indonesia mengakui perselingkuhannya dengan seseorang di media. Hadeh... jangan ditiru yah, peselingkuhannya ama nonton infotaiment soal beginian mah ga penting. Waktu itu pindah-pindah channel trus nemu berita ini di tipi pas si mba cantik Alice Norin ini nyeletuk kalo dia suka ama tu cowo karena tu cowo sering ngerayu dia, bilangin kalo dia cute. Nah sama si hasben ditanggapin ini orang selingkuh hanya karena dipanggil cute? si hasben bilang kalo ga pernah manggil saya cute, nah kalo gitu dia bakal sering manggil cute deh, -.-' Awalnya saya agak terganggu, bukannya apa cute kan imut, saya ga merasa imut, saya cukup tinggi untuk ukuran perempuan Indonesia (173cm, itu dengan tulang bengkok loh, kalo dioperasi dan dilurusin bisa lebih tinggi lagi hehe), saya cenderung konservatif, jadi ga ada cute cute nya deh. Tapi, sekarang sudah biasa... kan dirayu suami ini^^

Cutie Wife Cake, kata temenku yang keturunan Chinesse : klo chinese..biasane pas merit suka ngasi gini.. yah intinya..kue tradisional gt...


Mochi isi wijen


Mochi isi kacang merah

Thursday, 17 March 2011

Triknya Husband

Malam ini saya sendiri... :( ditinggal suami dinas keluar negri... huhuhu sepinyaaa, rindunyaaa... T_T
Biasanya sih ngikut, bahkan udah siap-siap ngikut 2 minggu yang lalu, batal sejak ngecek harga tiket Jakarta-HK buat hari ini mulai dari 6jt-an, blum lagi ternyata si hubby berangkatnya segrup teman-teman kantor yang ga bawa istri yaahh... padahal udah semangat buat Disneyland HK :(
 Biasanya kalo saya ngikut si husband keluar kota urusan dinas itu, kondisinya :
  • satu: tiket murah, paling gak, harga standar lah
  • dua: hubby ga satu pesawat dan atau ga bareng jam terbang nya ama teman-teman kantor apalagi ama bos nya.
  • tiga: hubby satu pesawat dan atau bareng jam terbang nya ama teman-teman kantor dan ama bos tapi semuanya bawa istri.
Home alone deh ini ceritanya ampe 3 hari kedepan, makanya dari tadi eksis banget di facebook hehe... dan sekarang malah curhat :p
Waktu terasa berjalan lama huhuhu... menanti kedatangan si husband pulang dengan selamat tidak kurang satu apapun, malah ditambah tentengan oleh-oleh buat saya hehe..
Nah ngomongin oleh-oleh, tadi saya udah nunggu-nunggu pertanyaan "mau diabawain apa dari HK?" dan sejenisnyalah... xixixixi *kesempatan* hehehehe akan saya pergunakan sebaik-baiknya, mungkin dompet yang kualitas bagus ato kosmetik high end brand gitu... ^^v pas udah hampir putus asa harapan ga terkabul (maklum, si husband cuek banget soal beginian, mending to the point langsung bilang aq nitip dibeliin iniitu yah gituuu...) si husband nyeletuk,

Mau nitip parfum apa?

Sangat... licik  bijaksana bukan?  udah dipatok, parfum, kalo salah sih parfum di HK emang lebih murah banding negara Asia lainnya. Tapi... pertanyaan itu kan membuktikan si husband niat bawain sesuatu, ngingat istri, so sweet...
Para suami dan para pacar, trik itu bisa dipergunakan, keuntungannya, si istri/pacar amat sangat senang dengan bentuk perhatian anda, di satu sisi, anda susah mematok barang apa yang kira-kira worth it buat dibeli ga tapi jangan murahan juga yah! hehe (murahan itu relatif kok). Selain itu juga, bisa mencegah uang mengalir dari kocek tabungan anda berlebihan hanya karena istri/pacar kalap dengan pertanyaan menyenangkan hati (mau dibeliin ato dibawain apa?) wah wah terus terang sebagai perempuan kalo dikasih pertanyaan kaya beginong neh, eike jadi kalap mikirin dari daftar must have items yang mana duluan yah? hehehehe... dan sebenernya setelah euforia itu lewat, dan pikiran logis kembali menguasai, lebih sering barang-barang itu bersifat melengkapi gaya hidup-yang ga begitu penting, kecuali emang duitnya udah ga tau mao taroh dimana lagi kaya konglomerat yang masuk majalah Forbes itu loh^^.

*garuk garu 'pala* mikir-mikir dulu mao nitip parfum apa... saya bukan tipe yang gonta ganti parfum, makanya jadi agak bingung juga...hum... akhirnya pilihannya jatuh pada :


ama... (hehe ajimumpung.com)

D&G Light Blue for Woman  sumber gambar: 4-fragrances

Monday, 7 March 2011

Tips Nonton Java Jazz Fest

Event akbar Java Jazz Festival memang menggodaku sejak bulan Desember tahun lalu, karena jadwal yang ga jelas saya sudah merelakan ga nonton opa Santana tahun ini. Ternyata takdir berkata lain, seorang teman dari Manado yang tiap minggu bolak-balik Jakarta -Manado demi adindanya yang berdomisili di Jakarta menjual tiket yang hari itu (Sabtu, 5 Maret 2011) sudah seharga Rp.1000.000,- dijual seharga Rp.200.000,- (ga rugi koq, dia belinya dari bulan Desember yang harganya emang Rp.200.000,-).

Saya nemu artikel yang bagus banget dari Benny Chandra : Biar Nyaman Nonton Java Jazz, sesuai judulnya, artikel ini layak dibaca sebelum nonton JJF, berguna banget lah. Artikel inilah yang menginspirasi saya menulis postingan kali ini, tulisan ini berisi tips ala saya yang saya korelasikan dengan tips ala Benny Chandra.

Berhubung bakal ke acara yang rame banget, jadi barang-barang yang dianggap berharga kita tinggalkan, isi tas cuman alat komunikasi, kalo punya 2 pilih bawa 1 ajah, uang cash secukupnya buat beli tiket dailypass (karena emang blum punya dailypass :p), beli merchandise, beli makan minum cemilan. Bawa tas yang nyaman buat diajak bekerja sama menikmati konser, kalo berniat beli merchandise yang banyak, mending bawa yang memuat semuanya kecuali emang udah siap nenteng-nenteng barang blanjaan nyambi menikmati pertunjukan.
Kalo yang hobi moto-moto, menurut tipsnya Benny Chandra, siapkan kartu memori dan batre tentunya, jangan ampe nyesel karena kehabisan keduanya itu.

Nah ini penting banget soal fashion, ini mo nonton konser, jadi pakelah kostum yang nyaman dan ga ribet, yang menyerap keringat, yang bebas bergerak dan berpose dalam gaya apapun hehehe. Ga sedikit saya melihat cewe-cewe kerepotan ngatur rok atau gaun mini waktu lesehan, atau kerepotan dengan hak tinggi saat lari-lari ngejar pertunjukan, bahkan ada seorang wanita yang terjatuh saat pindah antrian konser Santina akibat hak sepatu yang menurut pengamatan saya antara 12-15cm -.-' what the hell in their mind??

Saya udah melek jadwal sejak mendapat kepastian soal tiket, dan kita udah ngatur sebaik-baiknya kita bakal ke pertunjukan yang mana aja. Semua  info tempat panggung yang ingin kita tangkringin dan waktunya sudah dicatet suami saya di selembar kertas yang kita tentengin dalam saku jins, semuanya bisa dilihat di website resmi JJF. Seperti yang disarankan Benny Chandra, atur jadwal sebaik-baiknya, walo dalem realitanya agak kelabakan juga nyari satu panggung ke panggung lain. Pengaturan jadwal ini menurut saya berguna banget buat persiapan stamina. Karena pertunjukan yang ingin ditonton dijadwalkan mulai dari sore menjelang malam hari, siangnya tentu dipergunakan untuk istirahat. Kalo ada yang hardcore 3 hari berturut-turut ato yang seharian penuh, well... jangan sampai melewatkan makan dan saya rasa anda perlu vitamin tambahan, siapkan stamina dengan sebaik-baiknya, ingat, manusia terdiri dari darah dan daging, bukan besi dan oli :p sedangkan mesin saja perlu istirahat ^^

Soal transportasi, saya dan suami memutuskan untuk bawa kendaraan pribadi saja. Hal ini berdasarkan atas pertimbangan kita bakal pulang pagi karena jadwal pertunjukan Maliq & D'Essentials yang berakhir pada jam 1.30 pagi, dan kita berdua ga yakin kita bakal mendapatkan taxi dengan mudah dipagi-pagi buta.
Pertunjukan salah satu artis favorit suami tidak bisa ditonton karena udah telat diakibatkan muter-muter nyari parkiran. Mendekati JIExpo PRJ sudah banyak banget mobil-mobil yang terparkir dipinggir jalan sampe 3 lapis, baik di jalur cepat maupun di jalur lambat. Kami lebih suka markir mobil di parkiran resmi, suami ga suka parkir paralel dan mobil punya kemungkinan didorong-dorong. Dapetlah parkiran di pintu utara 3 yang ga terlalu ribet juga, masuk aja lurus terus sampe ujung, puter balik dan sebelah kiri ada pintu masuk parkir utara, rada tersendat, tapi ga macet-macet amat kok, cuman jaoh banget dari pintu masuk pokoknya jalan ampe sakit kaki dan betis kondean :D Tapi pulangnya, deket banget dari pintu keluar yang baru dibuka jam 12 tengah malem, dan keluar parkirannya juga mantep banget, apa mungkin karena kita pulangnya juga udah jadwal show terakhir usai yah?, intinya mulus bebas macet.

Btw, tiket dailypass belum saya pegang, tapi seperti yang sudah jadi rahasia umum, banyak calo yang sudah siap sedia menawar kan tiket didepan pintu masuk. Hari itu tiket dailypass sudah seharga 500an ribu rupiah, tepatnya berapa, saya lupa :p. Calo tiket menawarkan tiket daily pass seharga 300rb/orang yang tanpa pikir panjang langsung kami iyakan berhubung sudah telat dan ga punya waktu tawar-menawar. Sebenernya lebih baik lagi kalo emang niatan pergi dan mengosongkan jadwal dari beberapa bulan sebelumnya sehingga harga tiketnya lebih bersahabat lagi :) Kalo ada yang belum mendapatkan tiket dan masih berniat pergi saat hari H, akan banyak calo-calo yang menjual tiket lebih murah dari harga resmi hari itu, baik tiket dailypass maupun tiket pertunjukan spesial.

Jangan coba-coba bawa makanan ato minuman dari luar, pemeriksaannya ketat banget, suer ^^v

Pas didalem, langsung berniat ngisi kartu prepaid buat beli merchandise, minuman dan cemilan tapi sistemnya lagi offline :( jadi saya dan suami wara wiri dulu dari panggung ke panggung, untungnya ada yang menawarkan minum bisa dibeli tunai disaat dahaga sudah kering kerontang.
Soal merchandise, saya ga dapet yang saya inginkan beli apa-apa, karena dateng dihari ke dua emang udah sisa-sisa dan ga ada yang berkenan dihati. Buat yang suka ngumpulin merchandise memang ada baiknya dateng di hari pertama dan langsung berburu merchandise. Ingat sistem pembayaran di JJF menggunakan sistem prepaid card, tenang aja, bisa di cash-back kok, cuman saldo minimalnya harus Rp.100.000 jadi kalo kurang dari itu, habisin ajah :p daripada lebih rugi lagi

Terakhir dan ga kalah pentingnya buat para perokok, tolong jangan kampungan, kalo mao memperpendek umur, perpendek saja umur sendiri, ga usah ngajak-ngajak orang lain. Kalo di ruangan tertutup ber AC itu ga perlu ngerokok lah, sayangnya emang di sana tidak disediakan tempat khusus merokok, dari kesadaran sendiri sajalah sebagai manusia ciptaan Tuhan berakhlak paling mulia. Apalagi merokok saat mengantri masuk pertunjukan, jari saya sampe tidak sengaja kena sundul rokok yang masih menyala, katanya sih ga sengaja, dan sudah minta maaf, ya Tuhan saja memaafkan masa saya enggak? cuman... *menarik nafas panjang* uuurrrghhhh... bakar duit kan duit sendiri yang dibakar, ngerusakin paru-paru dan meningkatkan faktor resiko penyakit jantung serta penyakit kronis lainnya itu urusan pribadi, toh yang siksa diri sendiri, tapi ampe merugikan orang lain?? shame...

oedem akibat sundulan rokok (katanya perokoknya ga sengaja) waktu ngantri mo nonton opa Santana. Lagian kampungan banget sih tu orang, jelas-jelas orang-orang tuh pada padet banget masih aja dengan egoisnya ngerokok -.-' dapet PPOK baru tau...

 
jarak antara Santana dan diriku... jaoh emang :( tapi berhubung massa yang padat banget sampe nyempil-nyempil n dempet-dempetan saya memilih posisi dekat pintu keluar biar aman, untungnya ada layar mega raksasa di kiri dan kanan panggung yang membantu melihat idola lebih jelas ^^

jarak antara Maliq & d'essentials-saya dan suami, emang udah males aja kedepan, padahal datengnya cepet, udah capek, tapi berhubung grup satu ini punya cerita sendiri dalam kisah kasih  kami berdua cihuii, jadi tetep aja ditangkringin biar dari barisan paling belakang


makan malam kami, choco crepes

Friday, 25 February 2011

Tentang Manado


Ide menulis tentang Manado berawal dari seorang teman yang meminta bantuan dicarikan hotel untuk acara konika bukan Juni tahun ini, ternyata semuanya fully booked, dari hotel yang paling bagus ampe yang jauh banget dari tempat acaranya sampe losmen-losmen fully booked semua. Wah ga nyangka yah, ternyata Manado sepopuler itu ^^v.

Sedikit flashback, saya bersekolah jadi dokter di universitas Sam Ratulangi. Sebagai anak pegawai negri, sebisa mungkin saya kuliah di universitas negri untuk menghemat biaya berhubung masih punya 2 adik lagi. Tuhan menuntun jalan saya dengan meloloskan saya di Unsrat lewat jalur SPMB- PTN yang tahun sebelumnya disebut UMPTN. Tiba di Manado waktu tengah malam membuat saya lupa bagaimana kesan menginjakkan kaki pertama kali untuk menuntut ilmu di bumi nyiur melambai ini, tapi... nah ini ni yang tak terlupakan, saya terbangun esok paginya karena lagu-lagu rohani yang disiarkan lewat toa di kompleks rumah sodara... sampe sempet bengong gitu, takjub, maklum ajah tumbuh besar ditanah melayu Kepulauan Riau membuat hal itu menjadi sesuatu yang sangat spesial buat saya. Sering sekali saya bangun saat subuh untuk menikmati khotbah singkat yang biasanya berupa bacaan renungan harian dan lagu-lagu rohani yang menenangkan jiwa.

Waktu diajakin sama tante makan di Bahu Mall, pas dah nyampe, tempat makannya itu berjejer dipinggir laut, didepan banyak ruko-ruko yang waktu tahun itu masih sepi, banyakan kosong, yang rame cuman supermarket yang paling ujung namanya Fresh Mart. Saya sempat komen ke mama yang ikut nganterin anak gadisnya ke Manado "ma, katanya mau makan di mall? kok malah kesini? daritadi nyebut mall" oalaahhh baru setelah dijelasin tante, saya mengerti kalo Bahu Mall itu yah itu, komplek ruko-ruko itu semua sampe tempat makan yang berjejer dipinggir laut ini namanya Bahu Mall. Saya jadi ingat lagi waktu kuliah dulu, waktu jaman Manado belum punya mall (eitss... sekarang mah Manado udah eksis, ini kan cerita 9 tahun lalu) :
teman : sumpek, jalan ke mol yuk? (ini ditranslate ke Bhs.Indonesia, aslinya make bhs.Manado)

me: hayuk, mol mana?

teman: matahari lah!

me: -.-' ... (yang dimaksud itu supermarket matahari...di Manado kala itu dianggap mall...)

Orang-orang manado itu punya istilah sendiri yang ngetop banget, sejenis bahasa gaul ala Manado gitu, biasanya singkatan dari sesuatu, misalnya hugel = hubungan gelap istilah buat selingkuhan, bucheri =bule cet sendiri istilah buat orang pribumi yang ngecet rambut jadi pirang, carlota= diambil dari nama tokoh telenovela yang kepo ditahun 1990-an istilah buat orang yang cerewet, ngegosip, kepo dan yang sejenisnya. Diawal belajar bahasa manado saya sempat ga ngerti arti subek, nanya ketemen nih ceritanya :
me: co, subek itu apa sih artinya?
teman: kalo bisae ngerti?
me: iah (bisae ituu...artinya jelek)
teman: kalo sungguh bisae??
me: *baru deh mudeng, kirain punya arti sendiri, tenyata ujung-ujungnya singkatan juga :D*

Lanjut, masih soal bahasa gaul anak Manado, di Manado juga ngetop tuh ngomongin kata yang abjadnya dibolak balikin misalnya pulang jadi ngalup, tidor (=tidur) jadi rodit, manado jadi odanam, banyak deh, saya ga ingat. Tahun pertama di Manado saya kelabakan buat belajar bahasa daerahnya soalnya banyakan modifikasinya hahahaha... orang-orang Manado tuh emang kreatif-kreatif.
Nah ada juga beberapa anak gaul Manado yang suka nyingkatin kata dengan make huruf depannya doang, misalnya gini, kalimatnya "bosen nih, pengen pulang" jadinya "bosen nih pengen P" bahkan ada yg udah jago berkomunikasi dengan kalimat "B nih, pengen P". Jangan tanya saya gimana caranya mereka bisa saling mengerti, sampe sekarang pun I cannot figure out how... Nah waktu awal kuliah saya punya teman-teman baru asli dari Manado, mungkin karena  kita masih pada jaim, jadi kalo ada pembicaraan yang masih malu-malu mereka ngomongnya pake campuran semua tata bahasa gaul ala Manado itu, padahal kalo dipikir-pikir mereka ngomong pake bahasa Manado yang tidak dimodifikasipun saya ga bakalan ngerti hehehehe

Biaya pendidikan kedokteran yang katanya serba mahal dan menghabiskan dana ratusan juta itu tidak saya rasakan, kuliah di Unsrat masuk dengan jalur SPMB-PTN saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk uang pembangunan, yang saya ingat saya sempat mengalami 1 SKS seharga Rp.5000, sampe waktu tukar info sama temen-temen SMU yang juga ngambil kedokteran pada ga percaya, udah paling murah setelah saya itu Rp.17.000. Harga 1 SKS naik 100% menjadi Rp10.000 waktu tahun 2003, ya tetep aja jatoh-jatohnya murah. SPP per semester? Rp285.000 saja :)) tidak ada kenaikan sampe tamat. Kalo dihitung-hitung dana yang saya habiskan selama sekolah menjadi dokter masih lebih murah daripada uang pembangunan adik saya untuk kuliah kedokteran disalah satu perguruan tinggi swasta di Bandung.

Dikota asal saya, jumlah gereja itu bisa dihitung pake jari makanya dari berbagai kecamatan bisa ngumpul di satu gereja itu doang, sedangkan di Manado, waaahhhh hampir disetiap lorong di Manado ada Gereja, sungguh pemandangan luar biasa buat saya. Dan di hari Minggu, orang-orang beribadah pada rapiiiih banget, kaya mao ke pesta! Saya sempat ditegur oma pertama karena kegereja pake jins... kalo di daerah asal, kadang-kadang karena eksra kulikuler sekolah diadain hari minggu pagi, kelar itu saya langsung kegerja dengan kostum kaos dan celana pendek... kata oma "kalau mau kerumah pacar saja kita dandan rapi, apalagi mau kerumah Tuhan?" nah inga inga butul tu oma da bilang! :p tapi yah... setelah kembali ke Jakarta, saya balik nge-jins lagi kalo ke gereja, soalnya kalo rapi amat kaya saltum gitu disini...

Nasi bungkus, bentuknya kaya lontong, nasi dibungkus dengan daun khusus yang dinamakan daun laikit. Sebenernya saya ingin menulis "Tentang Manado Part II" yang isinya tentang kuliner Manado, tapi ditulisan pertama yang bertema kesan saya terhadap Manado, cerita yang satu ini tidak terlupakan. Saya lupa tepatnya kapan, saya diundang buat ngumpul-ngumpul bareng sodara dari pihak papa yang masih banyak menetap di Manado. Disajikanlah berbagai makanan khas Manado, salah satunya nasi bungkus. Melihat yang lain pada ngambil ngambil nasi bungkus, saya ikut-ikutan juga ngambil yang satu itu. Tapi, karena pada asik ngobrol dan belum ada yang makan tuh nasi bungkus, saya dengan PDnya nyoba makan duluan, dengan naifnya tanpa dibuka bungkusannya... bentuknya itu loohh, saya pikir nasi yang dibungkus sayur mateng yang bisa dimakan, mana saya tau lontong Manado bentuknya begitu, sebelumnya ga pernah liat yang kaya begitu hehehe kontan semua yang liat pada ketawa ngakak, walo sempet bengong juga melihat saya beberapa detik. Alhasil kalo ada nasi bungkus, saya selalu jadi bahan cerita sampe sekarang. Pantes aja rasanya aneh di gigitan pertama...

nasi bungkus ala Manado. image source

Sekarang soal makanan haram, bagi yang kurang berkenan membaca tentang yang satu ini, silahkan berhenti saja sampai disini. Waktu kuliah ada tante sate, ya kita manggilnya tante sate karena si tante jualan sate hehehe, ga ada yang tau nama sebenernya siapa. Pertama mengenal tante sate waktu tante sate ini kepalanya nongol dikelas dijam istirahat sambil berteriak "sateee, sateee babi, babi rica, babi manis"... reaksi saya super duper kaget... tidak biasa saya mendengar nama binatang yang satu itu begitu jelas diteriakan dan dibicarakan dengan cuek dan bebasnya. Ga cukup sampe disitu, waktu makan siang bareng, obrolan tentang "makan babi rica yok" itu biasa aja, kaya ngajak makan ayam goreng. Dirumah-rumah makan dengan gampangnya kita bisa nemuin daging babi yang sudah diolah menjadi aneka masakan Manado yang super enak itu dipajang di lemari kaca bening.  Soalnya didaerah asal saya, kalo makan daging babi kita cuman bilang makan daging aja udah ngerti, babinya ga perlu disebutin, gituu. Sedang nyebutin daging yang satu itu aja rasanya tabu banget apalagi dipajang? hehe... Nah masih soal daging, di keluarga saya makan daging itu kalau ada acara besar, kaya hari minggu biasanya ada brenebon, sate ato olahan lainnya biasanya kalau ada acara ulang tahun, Natal, Tahun Baru, pokoknya ada eventnyalah... ternyata di Manado lauk daging itu menjadi lauk sehari-hari... wahhh...
Masih ngomongin soal daging. Nah waktu mol pertama di Manado yaitu Mega Mall di buka, biasalah anak muda kala itu jalan rame-rame ngemol, dilantai dasarnya ada supermarket Gelael, waktu lagi muter-muter sampailah ditempat jualan daging, dengan spontan saya berteriak kencang sampe jadi pusat perhatian hanya karena melihat kepala daging dipajang ala jualan daging bebek, di Gelael sodara-sodara, hahaha, cuman di Manado bisa liet pemandangan kaya gitu...

ah.. kota Manado yang kucintai, kita nyanda mo lupa...

Thursday, 24 February 2011

Obrolan sopir taxi


Satu-satunya kendaraan umum yang saya gunakan di Jakarta ini yah taxi, bukannya mao sok-sok dan gaya-gayaan, saya kan baru 2 taonan tinggal di Jakarta, itupun setaonnya sering bolak balik karena masih harus menyelesaikan sekolah dokter :p jadi saya emang ga hapal jalanan Jakarta, lebih milih naik taxi yang keamanannya udah jelas terbukti, terserahlah dibawa muter-muter, yang penting nyampe dengan selamat. Tapi, yah sambil dihafal lah jalanannya, masa mau terus-terusan dibegoin sopir taxi?
Besar didaerah membuat mental saya kerupuk banget soal transportasi di ibu kota ini, ngeliat metromini ato bis kota yang kebut-kebutan serasa raja jalanan bikin saya takut setengah mati, kalo angkot ato bus transjakarta? aduh entah kenapa aja saya ga berani, di bayang-bayang saya transportasi umum di ibu kota ini penuh dengan wajah-wajah kriminal, jadi saya memilih yang paling aman diantara semuanya, makanya taxi jadi pilihan saya, walaupun harus merogoh kocek jauh lebih banyak, saya rela kok.
Entah sudah berapa banyak sopir taxi yang ngobrol sama saya, nah dari sekian banyak sejak 2 tahun ini ada beberapa yang berkesan yang ingin saya bagi ceritanya, bagi yang mau buang-buang waktu membaca postingan ini makasih yah :)

Dunia bagai cermin
st(sopir taxi) : *ngelirik-nglirik kaca spion depan-rada bikin saya was was juga sih awalnya* bu, ibu ingat sama saya?
me: *meratiin identitasnya yang terpajang di dashboard* eng... ketemu dimana yah pak??
st: saya pernah ngantar ibu dari bandara ke cyber 2, ibu kan??
me: *berusaha ngingat-ngingat* eng... maaph pak, saya lupa
st: iah, saya ingat, soalnya ibu tuh baaaiiiiik sekaliii (suer ^.^v, si bapak ngomongnya begini, saya ga ngarang)
me: *salting*
st: dunia itu memang bagai cermin yah buu?
me: maksudnya pak?
st: yah kaya cermin, orang baik itu pasti bakal ketemu sama orang baik, buktinya ibu ketemu lagi sama saya *dengan nada bangga*
me: oh gitu yah pak... *ga ngerti* maksudnya, bapak orang baik gitu?
st: ya iah, buktinya saya ketemu lagi sama ibu, dunia itu bagai cermin bu, kalo yang baik pasti ketemunya sama yang baik, gitu
me: *tetep ga ngerti... kan sama aja penjelasannya, tinggal diputer-puter ama si bapak*
st: saya yakin kalo ibu bukan orang baik, ga mungkin kita bisa ketemu lagi, saya jadi sopir taxi bu sudah 25 tahun, saya hampir ga pernah ketemu lagi sama tamu sampai 2x, kalau tamu yang baik bakal ketemu lagi, tidak semua sih bu, tapi kalau sampe ketemu itu memang tandanya... ibu memang spesial, ibu pasti orangnya baik sekali, seperti cermin, ibu yang baik ketemu sama saya yang baik juga hahahahaha...
me: oohh... *makin ga ngerti*

otak kotor
daerah tempat tinggal saya yang sebelumnya, ada kampus yang isinya anak-anak gaul Jakarta, kampus artis lah, mahasiswinya modis-modis dan cantik-cantik, yang mahasiswanya cakep-cakep dan banyakan banci hehehehe... saya menggunakan jasa taxi dari rumah ke pusat perbelanjaan pas di jam mahasiswa/inya banyakan lagi mejeng dikompleks
st: *meratiin mahasiswa/i* bu, ibu liat deh anak-anak sekarang, bajunya itu, mengundang sekali, harusnya di Indonesia ini diterapkan hukum syariah kan bu?
me: *yah berhubung topiknya sensitif saya ga mau menanggapi, apalagi agama yang saya anut ga ada sangkut pautnya sama hukum syariah*
st: saya bu, punya anak perempuan, sudah SMA, saya suruh jilbab-an dia nya ga mau, ya sudah, kan itu masalah pribadi yah bu, tapi saya ngewajibin dia make tertutup dan jangan yang ketat-ketat. Nah coba ibu liat tuh anak-anak gadis sana *menunjuk sekelompok mahasiswi, yang menurut saya kostumnya oke oke aja, malah modis dimata saya*tuh yang perempuan sana, pake baju kok ketat begitu  sengaja itu bu, ngapain juga maaf ya bu, itu payudaranya di liat-liatin begitu, itu kan namanya sengaja mengundang nafsu laki-laki
me: (ini komentar dalam hati doang) ya ialah bapak, namanya perempuan yah punya payudara, ga perlu ditonjol-tonjolin yah udah menonjol sendiri, sudah dari sananya diciptakan Yang Maha Kuasa seperti itu, lagipula kayanya tu cewe ga berusaha pamer deh, dimata saya bajunya enggak ketat sama sekali, cenderung longgar malah.
st: nah yang itu lagi *nunjukin mahasiswi yang make jins tipe skinny*, make celana ketat begitu sampe badannya kebentuk, itu kan sama saja dengan telanjang bu, itu kan bikin laki-laki ngebayang isinya
me: *mulai jengah* ah enggak pak, itu kan jins, nyaman pak buat kuliah dan bikin leluasa pergerakan buat mahasiswi yang aktif
st: ah enggak bu, liat aja kulit tangannya putih begitu, pasti dia juga putih kulitnya, sayang kulit yang bagus ditutupin pake celana ketat yah sama aja, berniat maksiat, memancing birahi, itu coba ibu liat, maaf ya bu, itu bodinya, maaf ya bu, itu pantatnya sampai kebentuk begitu karena pakai celana begitu
me: (ini komentar dalam hati lagi) si bapak... -.-' namanya make celana kalaupun bukan skinny tetep aja kebentuk bodi panggul dan pantat
st: nah yang itu tu bu *nunjukin mahasiswi yang make dress lucu dan modis* baju kaya daster begitu dipake keluar rumah, itu tuh baju tidur buat wanita yang sudah menikah mau nyenengin suami, bukan dipake buat nyenengin orang diluar rumah. Ibu, saya ini berbagi dengan ibu supaya ibu tau, wanita itu baiknya make yang tertutup bu.
me: *meratiin kostum saya legging yang notabene celana ketat ngejiplak bodi dan atasan blus ala ibu ibu muda yang longgar* panas pak, ini negara tropis. *udah males juga naggepin panjang lebar*
st: bu, kalo pakai tertutup dan longgar-longgar itu niatnya mulia bu, dapat pahala, menjauhlah diri dari godaan. Saya prihatin bu perempuan-perempuan jaman sekarang, bajunya itu maksiat. tuh yang sono, ibu liat deh *nunjuk mahasiswi ukuran tubuh petite dengan celana pendek diatas lutut, bukan hot pants, celana pendek modis*
me: kenapa pak? itu kan ga pendek-pendek amat, lucu malah.
st: ntar yah ibu liat kalo dia duduk *eh si mahasiswi yang make celana pendek kebetulan langsung duduk disebuah cafe dipinggir jalan* naahhh bener kan tebakan saya, itu tuh pas duduk paha dalemnya langsung keliatan. Makanya bu, saya bilang perempuan sekarang banyakan bajunya itu maksiat, tutuplah aurat dengan cara yang benar, itu k pemerkosaan sekarang kan karena begitu bu, laki-laki nafsunya tepancing langsung mencari jalan pintas, kan bahaya bu. Perempuan sendiri sih yang mancing-mancing syaitan.
me: *gondoknyaaa* Pak, kenapa harus perempuan yang disalahin? Semua itu berawal dari niatan dalam hati, emang pikiran udah kotor dari sononya jangan perempuan yang disalahin. Mau pake yang tertutup sekalipun kalo memang otak tidak terlatih berpikir jernih dari sononya juga bakal ada celah buat mikir kotor, bahkan mencari-cari alasan untuk membenarkan pikiran jorok kaya bapak ini. Sudah saya berhenti disini aja, saya takut juga bapak ngelakuin yang jahat kesaya karena pikiran kotor bapak ke perempuan-perempuan cantik tadi.


dendam dokter
Ditelpon berkali kali  si bapak sopir berusaha tidak menggubris dan tetap berusaha berkonsentrasi ke jalanan. Saya meratiin raut wajahnya yang berubah khawatir, saya menyarankan untuk diangkat saja panggilannya, tidak apa-apa berhenti sebentar siapa tau ada yang penting, tapi saya ga mau nelpon sambil nyetir, its a big no no no buat saya.
Si pak sopir bercerita singkat tentang anaknya yang akan keluar dari rumah sakit dan sedang menunggu si bapak lagi ngejar setoran buat melunasi administasi yang kurang
st: saya ga meminta yah bu, makanya saya narik nih, kurangnya dikit kok.
me: kurang berapa pak?
st: 75ribu, habis ibu ini saya dapet lah segitu, untungnya Allah itu menolong saya bu, hari ini anak saya sudah bisa keluar, saya ga sempat urus keterangan tidak mampu, karena waktu masuk panik bu, kata dokter anak saya kritis, kena demam berdarah. saya pikir uang saya cukup, ternyata kurang 75ribu, ga boleh ngutang, ya sudah istri dan anak saya jadi jaminan, saya narik dulu sampe dapet.
me:oh.. syukurlah, yang sabar yah pak
st: iah, makasih bu, tapi saya kesel bu sama dokternya
me: kenapa pak?
st: ya itu, dia bilangin anak saya kritis, saya suruh tanganin, dia bilang harus urus administrasi dulu, orang dia sendiri yang bilang anak saya kritis segera butuh pertolongan, yah kenapa ga ditolong saja dulu sih? sampe anak saya ga selamat, saya bunuh dokternya itu bu, untung aja anak saya selamat
me: kalo dirumah sakit kan ada prosedurnya pak, dokter harus mengikuti itu
st: ahh banyak maunya, ujung-ujungnya duit. Udah gitu yah pas nanya-nanya kan udah berapa lama anak saya begini, saya bawa kan ga sadar yah bu, dari kemaren malemnya sebelum ke rs udah males-malesan gitu, dibangunin susah, eh saya malah dimarahin sama dokternya dibilang ga sayang anak, saya kan awam bu, kan saya kasih teh, saya kalau sakit dikerik trus minum teh manis panas trus tidur langsung sembuh bu, saya pikir yah digituin aja siapa tau besok sembuh
me : (komentar dalam hati) ealah si bapak... kalo semua penyakit digituin sembuh saya mah ga perlu susah-sudah sekolah jadi dokter. komentar saya : kalo semua penyakit bisa sembuh dengan kerik ama teh panas kan dunia ini ga perlu dokter pak
st: udah gitu tiap pagi kerjanya ngasih resep aja, apalagi hari pertama tuh resepnya banyak, infus-infus semua
me: demam berdarah obatnya memang cairan pak, apalagi kalo lagi kritis, butuh banyak sekali cairan
st: mana bisa sembuh kalo ga dikasih antibiotik?? dokter goblok!!
me: *pengen ta gigit ni sopir taxi, ya emang ga butuh antibiotik! udah bagus ga dikasih antibiotik, dokternya melakukan pengobatan tepat,ga perlu ngasih obat yang ga dibutuhin pasien, buang-buang duit...bukannya bersyukur ni bapak* demam berdarah memang ga butuh antibiotik pak...
st: *penjelasan saya dipotong* wah saya kesel itu bu sama dokternya, saya ngeliat toh kemarin di tasnya dia tuh banyak cairan infus yang sejenis dipake anak saya, saya datangin kemaren, saya ancam bu hahahahaha *dengan nada bangga* pokoknya pake punyanya dia, enak aja dia ngasih-ngasih resep mulu, tuh di dia aja banyak, sampe ribut saya bu diruang darurat, akhirnya karena merasa bersalah kali dia ye dia yang ngalah, obat infusnya dikasih kesaya, jadi saya kemaren ga nebus resep *dengan bangga*
me :(komentar dalam hati) kasihannya teman sejawat saya... semoga diberi kesabaran. ngerasa bersalah apaan? dia ga pingin ribut aja tuh pak, padahal rugi banget tuh
st: bu, kalo ke rumah sakit bu, jangan mau bu dibodoh bodohi dokter, pengalaman anak saya masuk rumah sakit, saya jadi benci sama dokter bu. Orang lagi kena musibah dipelorotin resep, mampus aja deh kesana tuh dokter-dokter, pada kaya-kaya karena orang sakit. Saya ga simpatik bu sama dokter sekarang, saya ga mau bu dapet tamu dokter, mending saya ga dapet duit dah, saya ngerasa duit yang dikasih mereka itu haram, duit dari kesusahan orang lain.
me: ... kalo ga sengaja pak? kan bapak ga tau mana yang dokter mana yang bukan dokter?
st: iah sih, pokoknya kalo saya tau dokter, saya turunin dijalanan, dijalan tol pun saya turunin, mampus aja lo sekalian
me: ... *lagi dijalan tol nih, no comment deh*

Pembaca sekalian... kami dokter juga manusia, kami juga melakukan kesalahan, tapi kalo cerita bapak tadi, saya rasa teman sejawat saya sudah melakukan tindakan yang benar dengan tidak meresepkan antibiotik yang tidak dibutuhkan. Resep tiap hari yah memang wajar, namanya juga orang sakit kan butuh obat. Alangkah jahatnya merampok obat-obat dokter, jasa dokter umum (biasanya yang jaga UGD kan dokter umum) itu ga sebanding dengan kerjaannya, obat-obat yang kami punya itu kami beli sendiri, biasanya untuk jaga-jaga kalo tindakan darurat. Kan menunggu pengambilan resep butuh waktu, jadi untuk sementara menghemat waktu dan tujuan prognosis lebih baik saya menggunakan dulu milik saya dengan harapan nanti diganti. Tapi, pengalaman saya di UGD sering tuh keluarga pasien yang minta ditolong lebih dulu, buntut-buntutnya 'harta benda' saya yang digunakan tidak diganti. Kasihan sekali teman sejawat saya sampe 'dirampok' begitu... upahmu besar disurga kawan!

n.b:  dialog diatas kurang lebih lah dengan aslinya, tidak sama persis, karena memori saya juga terbatas, tidak detail sampe kata per kata saya ingat, yang penting garis besarnya seperti itu. Nggak juga beda banget, paling ada satu-dua kata yang beda ato kurang gitu. -> karena pernah ada yang sewot berkomentar: oh yah? emang gitu bener dialognya?? sama ampe sedetail itu ngingatnya?hoax kali ... -.-'

Sunday, 13 February 2011

Cerita hari Valentine-ku

Merayakan hari Valentine ini sudah menjadi lifestyle masyarakat dikota besar bahkan sudah mewabah ke daerah. Beberapa hari yang lalu, kedua teman dekat saya dikota metropolitan ini dengan amat sangat antusias mencari gaun yang akan dikenakan saat dinner  nanti untuk merayakan V day, saya sendiri sibuk mencari hadiah yang pas untuk diberikan kepada suami, kalau ngobrol soal V day yang makin dekat ini, bawaannya pada seru, dari soal baju lah, coklat terbaik, ide hadiah buat yang tersayang, tempat makan malam romantis, dll, ga ada habisnya!
Pertama kali saya mengenal hari Valentine ini dari cerita di komik-komik Jepang, biasanya tokoh perempuan akan memberikan coklat kepada laki-laki yang disukai dan si laki-laki ini akan membalas bila punya perasaan yang sama di White Day-yang jatoh ditanggal berapa saya juga ga tahu, ahh... so sweet... jadi pemahaman awal dulu, hari Valentine itu hari dimana orang-orang ingin mengungkapkan perasaan pada orang yang disukai.
Buat saya yang tumbuh di tengah-tengah keluarga yang harmonis dan bahagia, curahan kasih sayang itu berkat terindah yang saya dapatkan secara cuma cuma-setiap hari. Soal hadiah? coklat? ah... kapan aja dikasih kok, asal ga minta kuda poni warna pink atau istana beneren dengan menara blink blink warna ungu ajah :p. Papa saya adalah sinterklas dalam dunia nyata untuk permintaan anak yang masih wajar, jadi buat saya  tidak ada yang spesial lah di V day karena hari kasih sayang itu ya tiap hari :)

Disaat SMU, teman-teman sekelas saya kompak sekali, bahkan qt punya julukan buat genk kita yaitu  Fulvians Club, ga ada yang tahu juga artinya apa, yang penting seru aja punya nama buat kelas kita hahahaha.... Nah sangking kompaknya dan sangking qt saling menyayangi satu dan lainnya, kita sepakat ngerayain hari Valentine bersama-sama.

ket.foto: terpujilah wali kelas kami diantara para wanita Fulvians Club  di perayaan Valentine yang pertama. Kalo pengen tau saya waktu cupu yang mana (aihh GR), ntu yang dibarisan depan paling kiri yang pake kaca mata :D

Perayaan Valentine pertama buat Fulvian Club itu... di... rumah... siapa gitu, saya lupa. Pokoknya yang ada di ingatan semuanya bahagia, semuanya menikmati, semuanya kompak dan BBQnya enak, nonton bareng mid-nightnya seruu (film apa yang ditonton saya sudah lupa, ingatnya seru ajah) bahkan wali kelas kami saat itu hadir juga loohh.

ket. foto: serunya sebelum nonton mid-night

Nah yang bikin perayaan Valentine anak-anak Fulvians  ini tidak terlupakan itu saat merayakan tahun ke 2nya. Beberapa hari sebelum V day, saat apel pagi, guru kami memberitahukan bahwa V day itu dilarang dirayakan, haram hukumnya, bagi yang merayakan akan mendapat sangsinya. Entah dengan alasan apa tiba-tiba topik apel pagi saat itu tentang haram merayakan Valentine, mungkin karena kontroversi sejarah hari Valentine yang dikaitkan dengan agama tertentu. Nah sejak itulah muncul pro dan kontra diantara kami anggota Fulvian, singkat cerita hari kasih sayang tahun ke 2 tetap dirayakan walaupun yang datang lebih sedikit, dan... kalau tidak salah besoknya ada perwakilan kami yang diinterograsi guru-guru, yah kami kan niatnya baik bapak dan ibu guru, saat itu kami hanya sekumpulan anak remaja yang ingin mempererat kekompakan kami dengan kemping, tukar kado dan BBQ-an tanpa melanggar norma, dan kami tidak sedang merayakan Hari Raya agama tertentu, apapun itu... itu adalah perayaan Valentine terakhir bagi anak-anak Fulvian.

ket.foto: perayaan Valentine ke 2 di rumah Anda, saya ga ikutan foto, entah kenapa :(  udah pulang duluan kayanya ... soalnya kao diliet di foto sisa koran buat bungkus kadonya dah menumpuk tuh, pokoknya saya hadir looohh.

Bertahun-tahun setelah itu tidak ada lagi perayaan hari Valentine, paling saya senyam senyum sendiri mengingat kisah Valentine disaat SMU dengan Fulvian Club, sampe akhirnya Hari Valentine tidak lagi  sama dari tahun tahun sebelumnya, hari Valentine menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu seperti Natal, yah... mendekati Natal lah, sukacita Natal memang tak akan terkalahkan :), cuman masuklah dalam daftar perayaan tahunan pribadi :) Mendekati V day saya akan krasak krusuk nyari hadiah buat suami seperti beberapa hari lalu dan seperti sekarang, menanti-nanti akan merayakan dimana :) alasannya taraaaaaa :

I got married on Valentine Day :))


Selamat merayakan hari Valentine semuanya!

Wednesday, 9 February 2011

percakapan PTT

Saya tidak tahu pastinya kapan program PTT (Pegawai Tidak Tetap) itu sudah tidak wajib lagi bagi dokter, tapi tampaknya di lapangan, dokter-dokter post PTT mendapatkan 'kemudahan' waktu PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis). Saya sendiri sudah menanyakan langsung ke sumber-sumber yang dapat dipercaya, ada beberapa bagian di beberapa Universitas di Indonesia ini yang mensyaratkan post-PTT dalam Program Pendidikan Dokter Spesialisnya, walaupun dalam syarat kalimatnya samar berbunyi  "sudah mempunyai pengalaman klinis minimal 1 tahun".

Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak surat lamaran yang saya kirim ke klinik-klinik maupun RS disekitar Jakarta ini, kalaupun saya ditelpon atau diminta datang untuk wawancara, hampir selalu diberi pertanyaan "sudah PTT dok? apa lupa mencantumkan pengalaman PTT di CV dok?" dan yang sejenisnyalah, setelah saya jawab "saya memang tidak mengambil program PTT" setelah itu, biasanya tidak diproses lebih lanjut, atau ditawarkan pekerjaan 'berbau' menejemen maupun administrasi. Menurut pengamatan saya, teman-teman saya didaerah memang lebih gampang mendapatkan pekerjaan, mungkin karena kebutuhan dokter di daerah masih tinggi dibanding Jakarta (ya ialah...). Kalau diberi pilihan saya dengan suami juga ga mau tinggal di Jakarta, kami berdua terlalu konservatif dan membosankan untuk sebuah kota metropolitan. Tapi, ya apa daya, pekerjaan untuk suami saya cuman ada di ibu kota ini.

Sebelum menikah saya sudah punya rencana bujangan yang sesuai pakem : kuliah-koas-dokter-ptt-ppds-pns. Setelah menikah polanya menjadi kuliah-koas-dokter-??? :p
Saya tidak sedang menyalahkan pernikahan saya, saya hanya tidak berpikir akan segini susahnya mencari pekerjaan dengan embel embel tinggal di ibu kota, dan sudah punya suami.

Setelah mengumpulkan begitu banyak informasi tentang PTT dokter, baik dari bantuan mr.google sampai ngobrol langsung dengan teman-teman, senior dan seniorita yang sedang atau sudah PTT-saya bertemu dengan seorang senior didunia maya yang menyarankan untuk 'membawa' suami saya ikut PTT, katanya kan cuman setahun ini, karena waktu dulupun dia melakukan hal yang sama, toh 1 tahun (kalau ngambil daerah Terpencil) akan cepat berlalu, setelah itu banyak keuntungan yang saya dapatkan.
Entah kebetulan atau tidak, setelah ngobrol dengan seorang mantan teman kos saya waktu koas dulu, dia menawarkan untuk datang ke daerah PTTnya yang termasuk kategori Terpencil dengan sarana sinyal yang amat sangat baik, air dan listrik yang lancar tentunya; untuk diperkenalkan kepada yang akan memberi rekomendasi (denger-denger, surat rekomendasi dari petinggi daerah setempat ini 'sakti' sekali meluluskan dokter dalam program PTT). Dengan semangat 45 karena jalan menuju PTT yang makin terbuka, saya mengirim SMS ke suami saya yang sedang mencari nafkah. Eh btw,n.b: saya PD PD aja ngajakin suami saya ngikut PTT ntar selama itu dianya ga kerja, percayalah, my husband, he's awesome, dengan prestasinya dia bisa dengan mudah mendapat pekerjaan kembali. Dan, suami saya, dia pria yang dengan senang hati dan tulus mendukung saya demi karir saya nantinya.

Me: ben, aq mendaftar PTT yah? ya ntar kamu ngikut, 1th doang okaayyyh?? (ini ngetik sms nya dengan semangat 45 membara)

Husband: Hm.. ntar bayar utangnya pakai apa?

------sms balesan tersebut menyadarkan saya bahwa kami masih punya kewajiban atas cicilan rumah dan mobil yang hanya bisa dicicil dengan gaji suami saya; dengan hanya mengandalkan gaji dokter PTT?? ga mungkin-----

Me: pakai.... daun... hehehehe.... ya udah ga jadi






Info PTT :